Rabu, 02 Juli 2008

Pertemuan Keluarga Arkan 29 Juni 2008 Video

Berikut sedikit video pertemuan keluarga Arkan pada tanggal 29 Juni 2008 di rumah Gaha Cikarang saat akan foto bersama... etamah meuni rame ....eta saha nu jangkung teh ....



file-na (5.3 MB)tiasa oge di download di :
http://www.box.net/shared/vi94a9ckk4

Selasa, 01 Juli 2008

Pertemuan Keluarga Arkan 29 Juni 2008

Kita panjatkan Syukur Alhamdullilah atas karunia dan rahmat Alloh SWT, pertemuan keluarga Arkan telah dilaksanakan dengan lancar, penuh kekeluargaan dan keceriaan. Begitu “kuda besi” dari Bandung yang berkekuatan 14 Desawa dan 15 anak-anak tiba di lokasi rumah Gaha, langsung memasang proyektor yang di bawa Kang Yodi, MC pada pertemuan ini adalah Widi putrana Kang Yodi, menyampaikan susunan acara, selanjutnya pembacaan Ayat suci Alquran oleh Leta putrana kang Ucup dan Saritilawah oleh Fini incuna Kang Memon. Selanjutnya sambuatan ketua Arkan sekaligus sebagai tuan rumah, berikut sambutannya:

Puji dan syukur kita panjatkan kepada Alloh SWT yang telah memberikan rahmat, rezki dan kesehatan kepada kita semua, sehingga kita keluarga Arkan dapat berkumpul untuk bersilaturahmi di rumah Gaha ini, sesuai dengan misi kita yaitu “memelihara dan membina Rundayan ARKAN”

Selamat datang wilujeng sumping kepada sodara-sodara Arkan semua di cikarang, bagaimana perjalanan ke sini apakah menemui kesulitan atau lancar-lancar saja. => langsung ramai (sepertinya memang menemui kesulitan...), Seandainya sekitar maret – april jalan cikaran ini macet luar biasa karena sedang ada pengecoran jalannya. Sedikit cerita waktu jaman masih bekerja PJKA (Pulang Jumat kemabli Ahad) sekitar tahun 98 kalau melewati cikarang di bis malam dari jakarta menuju bandung di dalam hati suka berfikir “ngapain orang2 tinggal di cikarang jauh ke mana-mana”, eh .. akhirnya malah sekarang tinggal di Cikarang, Cep sekeluarga tinggal di Cikarang sejak tahun 2001 ketika umur Fauzi 1 th, 3 kali berpindah tempat. Baru tau kalau di cikarang ada Kang Ukun sejak pertemuan pertama keluarga arkan September 2007 di rumah Kang Ucup. dan Alhamdulillah Gaha sudah mampir ke rumah Kang Ukun Jan 08.

Mudah-mudahan semua keluarga Arkan dalam kondisi sehat walafiat, jika ada yang sedang tidak sehat semoga Alloh SWT cepat memberi kesehatan, dan jika ada keluarga arkan yang sedang mengalami kesulitan semoga Alloh SWT memberikan jalan terbaik untuk menyelesaikan kesulitannya. Amin. Selamat kepada adik-adik yang Naik kelas, lulus Ujian, keterima di Perguruan Tinggi semoga sukses dan cita-citanya tercapai.

Waktu pertemuan Arkan di bumina kang Budi tanggal 9 Desember 2007, pertemuan berikutnya usulannya bulan maret 2008 di bumina Gaha, selama bulan februari ada usulan bagaimana kalau pertemuan besar arkan tidak 3 bulan sekali karena dirasa terlalu dekat, ini sempat terjadi diskusi melalui email/blog pada umumnya pada setuju ada yang mengusulkan setahun sekali saja ada juga yang 6 bulan. Supaya tidak terlalu drastis dari 3 bulan ke 1 th sebaiknya ke 6 bulan dulu yaitu dari desember ke Juni. Untuk kedepannya bagaimana menurut sodara-sodara apakah 1 th atau 6 bulan nanti kita bahas ya ..

Jika nanti disepakati pertemuan besar setiap periode teretentu, ini tidak berarti silaturahmi diantara keluarga arkan setahun sekali, silaturahmi, pertemuan-pertemuan dengan saling mengunjungi, ngobrol via email atau blog bisa dilaksanakan setiap saat...

Terimakasih kepada sodara-sorada yang gotongroyong membawa makanan pada pertemuan ini.

Untuk lebih mempererat silaturahmi nanti ada acara semacam game keluarga yang akan dipandu oleh istri saya.... katanya ada hadiahnya menarik ..

Selanjutnya Gaha mau menyampaikan rangkuman peristiwa2 yang berhasil di catat dalam periode desember Juni ini di antara keluarga arkan, mungkin masih banyak yang tidak tercatat mohon sodara2 bisa menambahkan.

1. Januari 2008: Kebetulan Cep ada tugas kantor ke Bengkulu cep mampir ke rumah Ceu dian untuk bersilaturahmi, Ceu Dian ini adalah anak ke 3 Uwa Galam alm, mempunyai 3 anak yg pertama Aldi sudah bekerja sebagai Polisi, yang kedua Alin kuliah di IPB bogor, dan bungsu Niken sekolah SMEA, cerita lebih lengkap bisa di baca di Blog arkan.
2. 25 Desember 2007: Silaturahmi Keluarga Kang Budi ke rumah Kang Memon di daerah Kopo Bandung selatan, Silaturahmi dan nengok orok putrana Anggi sareng Bambang ini namina Tya, ini adalah cucu ke 4 dari Kang Memon, cerita lengkap bisa di baca di Blog Arkan.
3. Januari 2008: Mas Alif suaminya Ceu dian menjalani operasi ada benjolan di leher, operasi dilaksanakan di RSHS Bandung dan Alham dillilah operasi berjalan dengan baik, cerita lengkap bisa di baca di Blog Arkan
4. Maret : 4 Maret Bi Entin dirawat di RS Persahabatan Jakarta, Alham dullilah pada tgl 25 maret Bi entin sudah sehat dan kembali ke Rumah cerita lengkap bisa di baca di Blog Arkan.
5. Mei: Bi Esih dam Mang Umar Umroh ke tanak Suci
6. Mei : putra na Bi Entin Wati menikah di Jakarta
7. Juni : Kang Yaya raina Kang Ucup di rawat di RS Persahabatan Jakarta, Alhamdullilah sudah sehat dan pulang ke rumah.
8. Undangan Menikah Anung di Ngawi, pada tanggal 6 Juli 2008.
9. Terakhir berita bahagian yaitu Pun Anak Fauzi pada hari senin 23 Juni telah di sunat, hari Sabtu kamarin ada sedikit acara syukuran mengundang para tetangga aja di rumah.

Selain peristiwa2 tsb yang berhasil direkam di Blog, ada juga berbagai tulisan baik yang ada hubungannya langsung maupun tidak langsung dengan keluarga arkan, mengenai paribahasa bahasa sunda, pengalaman2 masa lalu dan pengalaman terbaru yang mungkin menarik, Seri Kang Yaya Ngalalana sudah seri kedua nanti bersambung ke seri selanjutnya.....semua bisa di lihat/dibaca di blog.

Foto-foto baru : 1. Keluarga Ceu Dian sareng ceu Susi , 2. keluarga Ceu Eva, 3. Keluarga Ceu Wiwi, 4. Keluarga ceu Rina, 5. Keluarga Tedi, 6. Keluarga Kang Memon, 7. Cika di London, 8. Pernikahan Wati

Setiap bulan ditayangkan keluarga arkan yang berulang tahun dibulan tsb, kebetulan data keluarga arkan yang Gaha punya belum lengkap, untuk itu mohon sodara-sodara dapat mengisi formulir pendataan yang akan dibagikan.

Acara dilanjutkan dengan siraman rohani oleh ustad Qosim Nurseha dari Cikarang, sholat dzuhur berjamaah di mesjid Alhidayah dan makan siang. Setelah makan siang selang seling antara permainan keluarga dan ungkapan pendapat mengenai Arkan dari setiap fraksi keluarga, yang berhasil dicatat yaitu:

1. Kang Edi dari keluarga Uwa Iloh
Sedang memerlukan bantuan dana untuk membeli kacamata, kacamata sangat dibutuhkan agar Kang Edi dapat kembali membaca dengan jelas.  Insya Alloh permohonan Kang Edi ini akan dipenuhi oleh data kencleng Arkan.
2. Kang Budi dari keluarga Uwa Piah
Terimakasih kepada tuan rumah yang telah “menyelenggarakan” acara silaturahmi keluarga Arkan ini, mendoakan kepada keluarga arkan yg sedang teu damang semoga cepat diberikan kesehatan, selamat kepada cucu-cucu yang lulus ujian diterima di Perguruan tinggi semoga sukses. Agar tetap dibina dan dijaga silaturahmi diantara keluarga Arkan.
3. Kang Maman dari keluarga Uwa Eno
Caket teuing pendakna, mengusulkan upami tepangna satahun sakali
4. Kang Ucup dari keluarga Uwa Ati
Ada yang dapat menceritakan profile Nini Kancana sareng Aki Ardiwisastra, bagaimana beliau mengasihi dan mendidik anak dan cucunya, kebaikan-kebaikannya yang dapat bermanfaat bagi kita sebagai keturunannya. Usulan Gaha usulan Kang Ucup ini baik sekali karena kita banyak yang tidak mengetahui profile Nini Kancana dan Aki Ardi sebaiknya ceita ini dituangkan dalam tulisan kemudian di posting di Blog agar setiap saat bisa di baca.
5. Pesan dari Bi Esih:
Alham dullilah tiasa dugi ka bumi Gaha, pesan kepada keluarga arkan agar sing pikanyaah saling bantu diantara keluarga, Alham dullilah Bi Esih diberi kemudahan-kemudahan pada saat Umroh, lamun tiasa sebelum usia 60 tahun sudah ke tanah Suci, karena Ibadah Umroh/Haji memerlukan kekuatan fisik yang baik.

Disepakati pertemuan berikutnya akan diadakan di Ciamis di rumah Kang Memet, mengenai waktu tanggalnya akan ditentukan kemudian, mungkin perlu menginap sehingga perlu di cari waktu saat liburan anak-anak sekolah.

Laporan penggunaan dana kencleng arkan:
1. Bantuan untuk membeli buku kamus keluarga ceu mima ciamis 100 rb
2. Uang besuk Bi Entin 250 rb
3. Uang Kencleng diterima dalam pertemuan ini Rp. 660.000
4. Laporan lebih lengkap dapat di download di http://www.box.net/shared/xc37ef2osc
Acara ditutup dengan doa yang di pimpin oleh PA Muchlisin, jam 15:00 acara berakhir.

Selasa, 03 Juni 2008

Serat ti Bambang putrana Kang Memon

From: bangbang supriyatna cbstea@yahoo.co.id
Sent: Tuesday, June 3, 2008 1:03:47 PM
Subject: Memon & Tien punya Cucu baru

=========================================================
Ass.Wr.Wb.
Nepangkeun, abdi Bangbang & Anggy putrana bapak Angkama Roestaman & Tien Kartini ti Caringin Bandung. Ayeuna Alhamdullilah tos kaduh putrie anu geulis, putrie mahal kumargi panantian 8 tahun hoyong kaduh putra ayeuna tos diijabah ku Alloh SWT. Nama si bayi : NAQIYA QINTHARA ZAHRA Lahir 9 Desember 2007 di RSB.Harapan Bunda melalui Caesar.
nanging Alhamdullilah sehat.
Tadi nu kahiji, nu kaduana :

nyungkeun dorong du'a serang bantosanna ti sadayana, pangna kulawargi pa.Memon kengeng musibah : Carogena Nina Gantina putri pertama Kang Memon, kena fitnah dan dijebak sehingga skrng masuk sel. Dongeng tegesna mangga wae hub. Kang Memon telp.022-5406582.
Sakitu wae bewarana, Wassalam.

Ttd. Bangbang S.
lampiran photo terbaru : (foto tos di lebetkeun ka group keluarga Kang Memon)
==============================================
Wilujen Bambang, Ngiring bingah kanu lahirana putra Bambang sareng Anggy nyaeta NAQIYA anu tos di antos-antos salami 8 taun.. Alhamdullilah, mugia jadi anak anu solehah sareng berbakti ka Bapak Ibu na. Sareng turut prihatin kanu musibah carogena Nina, semoga Alloh SWT memberikan jalan sehingga masalah dapat di selesaikan dan carogena Nina tetap Sehat dan dalam lindungan Alloh SWT.
Cecep

Minggu, 25 Mei 2008

Rencana Pertemuan Keluarga Arkan berikutnya

Assalamu Alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Dinten minggu kamari pependak sareng keluarga arkan anu bumina di Jakarta sareng Bekasi di Bumina Bi Entin Jakarta dalam rangka menghadiri pernikahan Kiswati putrana Bi Entin sareng Mas Sarjiman jajaka asal Jogja. Anu hadir diantawisna: Abah Ucup sareng Istri, Kang Ukas, Ceu Wiwi sakaluarga, Ceu Nuri, Rina sareng Suami, Eva sakaluarga, Tedi Sakaluarga, Fitri putrana Ceu Imay (almh). Bi Entin sareng Mas Mulyono katingalina meuni bahagia sareng sehat dan Alhamdullilah akad nikah berlangsung hikmat sareng lancar.
Disela-sela acara ini Cecep, Kang Ukas, Abah Ucup sareng Rina ada pembicaraan mengenai acara pertemuan kumpul-kumpul keluarga Arkan, waktu terakhir pertemuan di bumina Kang Budi usulannya Bulan Maret 2008, tapi ada pemikiran kalau 3 bulan terlalu dekat, ada usulan 6 bulan dan ada juga usulan 1 tahun sekali aja. Mungkin jika dari 3 bulan langsung 1 tahun terlalu drastis perubahannya, sebagai jalan tengah nya bagaimana kalau 6 bulan. Bulan Juni ini kurang lebih pas 6 bulan sejak pertemuan terkahir Desember di bumina Kang Budi. Dari obrolan-obrolan ini kang Ukas mengusulkan silahkan Cecep menentukan tanggal karena pertemuannya di bumi Cecep. setelah mengingat-ingat rencana kegiatan di bulan Juni diusulkan hari minggu tanggal 29 Juni. Akhirnya disepakati pertemuan keluarta Arkan berikutnya di bumi Cecep Cikarang tgl 29 Juni 2008, mulai jam 9:00. terhadap jadwal ini mohon tanggapan dari sodara-sodara, Acaranya seperti acara sebelumnya yaitu silaturahmi, siraman rohani dari Ustad, tanya jawab seputar keluarga arkan, solat dzuhur berjamaah di mesjid, dan acara lainnya yg dapat mempererat silaturahmi, silahkan jika ada usulan dari sodara-sodara.
Serat undangan sareng peta bumina Cecep tiasa di download di sebelah kanan.

Wassalam
CeCep.

Senin, 05 Mei 2008

KANG YAYA NGALALANA KA PAREPARE

Mobil Isuzu Panther lamun di Parepare mah disebutna teh Panter singkatan tina panggilan terakhir. Kunaon matak disebut kitu?

Waktu harita mah kira-kira tahun 1998 mobil angkutan penumpang ti Makasar (harita mah ngaranna masih Ujung Pandang) ka Parepare anu aya teh ngan ukur mobil Isuzu Panther. Eta para supir teh ari ngajalankeun mobilna sok tarik pisan. Jalan antara Parepare Makasar teh (jarakna kirakira 180 km) harita mah kaitung mulus jeung lempeng mapay basisir. Kulantaran ngajalankeunana tarik pisan jadi mindeng aya kacilakaan tur loba korban tepi ka maotna narima “panggilan terakhir” ti nu Kawasa.

Kulantaran di Parepare mah teu aya lapangan terbangna atuh salila kuring sakeluarga aya di Parepare bulak-balik ka Makasar teh kapaksa naek mobil panther, bari jeung hariwang sajajalan. Alhamdulillah gening salila di Pare-pare teh kuring salamet, henteu narima “panggilan terakhir.” Buktina masih bisa nyieun tulisan ieu.

Akhir 1997 kuring kudu pindah ti Sumbawa Besar ka Pare-pare teh. Padahal mah kuring teh geus boga pangharepan lamun pindah bakal balik deui ka pulau Jawa, konpensasi keur anu ditempatkeun di daerah terpencil. Atuh meunang sababaraha poe mah ti saprak meunang beja kuring kudu pindah ka Parepare teh stress, mikiran budak jeung indungna. Budak teu bisa dibawa pindah kitu wae da keur sakola. Atuh indung budak oge kitu da keur digawe ngaguruan (ngajar di SD sabage guru titipan). Eta budak jeung indungna teh kudu diuras urus heula susuratan pindahna sedengkeun kuring ngan ukur dibere waktu opat poe kudu milu pelantikan di Makasar.

Antukna mah kuring indit ti heula milu pelantikan di Makasar. Beres pelantikan isukna terus ka Parepare naek panther tea. Meunang sabulan di Parepare uras-urus sagala rupa sakalian ningalian rumah dinas, kuring balik heula ka Sumbawa Besar ngajemput budak jeung indungna. Eta oge bisa balik heula ngajemput teh meunang pasea heula jeung atasan da tadina mah moal mere idin.

Puguh ge rugi ari kudu pindah buru-buru teh. Apanan ari uang jalan pindah teh ngan ukur sakali jalan keur tiluaneun. Padahal anu jatah kuring mah di pake tilu kali jalan, indit ti heula, balik heula ngajemput, terus balik deui sarerea ka Parepare. Kapaksa nombokan.

Parepare teh mangrupakeun kota madya, ari penghunina mah didominasi ku orang bugis. Urang bugis mah rada temperamental. Tapi ka kuring mah balageur. Raresepeun, pedah tara nyarekan cenah. Enya atuh da lamun ambek teh lain nyarekan kuring mah, kalahkah hayang ceurik. Tapi tangtuna oge lain sieun da ari nu salah mah sok tetep weh di tegur. Ngan negurna make cara leuleuy jeung henteu hareupeun loba jelema. Jadi anu sakumaha barangasan oge ka kuring mah tetep weh balageur jeung sopan.

Aya sababaraha kadaharan urang bugis anu geus aya oge di Bandung atawa Jakarta. Gera urang tataan.

Anu ngarana coto Makasar teh lamun di urang mah rada deukeut jeung gule sapi tapi ari rasana mah beda. Eusina cacagan daging sapi. Urang bisa milih dagingna, hayang daging wungkul, hayang tamusu wungkul, paru wungkul, babat wungkul atawa campur. Eta coto teh didaharna jeung kupat, ukurannana laleutik pisan, kira kira saparapatna ukuran kupat di urang. Eta coto teh lamun di jadikeun deungeun sangu mah teu ngeunah, hambar karasana teh.

Ari anu ngarana sop konro mah kuahna teh ampir sarua jeung coto, ngan leuwih kentel, dagingna teh narapel keneh dina tulang, tulang iga. Tapi tong hariwang sok sanajan napel keneh dina tulang ge teu kudu digorowotan, digegel ge langsung coplok eta daging teh.

Aya deui anu di sebut palubasa. Ieu sajenis coto oge, ngan rada encer bari dipurulukan surundeng, mun di urang mah. Dahareun ieu mah bisa dijadi deungeun sangu. Lamun keur ngora keneh mah jeung teu boga panyakit darah tinggi jantung atawa asam urat ieu teh kadaharan anu nikmat pisan.

Di sagigireun palubasa, aya deui palubutung. Ieu teh lamun di urang mah sarua jeung es campur tapi ditambahan ku cau asak gelempengan. Saporsi teh loba pisan, matak wareg memeh dahar.

Aya hiji deui dahareun anu dikenal teh nyaeta pisang epe. Bahanna tina cau anu can asak pisan dideplekeun terus dibeuleum. Geus kitu dibanjur ku kinca anu di campuran nangka asak, jadi weh pisang rasa nangka. Lamun di urang mah colenak meureun tapi ari colenak mah bahanna tina peuyeum.

Disaantero dahareun eta anu paling terkenal mah ikang bakar (maksudna mah ikan bakar. Urang bugis mah lamun nyebut hurup N jadi NG, jadi ikan jadi ikang, koran jadi korang)

Lamun dibandingkeun jeung urang Parepare urang Bandung mah ka asup kurang bisaeun ngabakar ikan teh. Ari urang Bandung mah ngabakar ikan teh sok di gebruskeun wae kana hawu disaruakeun jeung meuleum sampeu. Atuh ari geus di anggap asak teh eta sakadang lauk jadi harideung bakating ku tutung. Nya meureun kudu di maklum harita mah, ari urang Bandung mah tara dibiasakeun ngabeuleum lauk teh. Tah beuleum lauk di Parepare atawa di daerah Sulawesi mah jauh pisan rasana tina rasa tutung teh. Didaharna make sambel kacang jeung irisan tomat anu hejo keneh.

Aya hal nu aneh ngadahar ikan bakar di Sulawesi mah. Ikan bakar teh di baturan ku sop anu ceuk urang mah cawerang, loba caina kurang bukurna. Biasana mah bukurna ngan ukur soun. Cara ngadaharna kieu. Lauk di ciwit ku leungeun katuhu dicoelkeun kanu sambel. Saenggeus lauk dihuapkeun dituturkeun ku sangu, leungeun anu kenca dipake nyiuk sop terus dihuapkeun, nuturkeun sangu jeung lauk anu ti heula. Eta leungeun katuhu anu di pake nyiwit lauk di kocokkeun kanu kobokan. Jadi unggal rek nyiwit lauk, eta leungeun sok nyimpang heula kanu kobokan. Duka teuing kunaon.

Ari Parepare teh ayana di Sulawesi Selatan kalereun Makasar. Di sulawesi selatan mah wilayah kabupaten atawa kota madya teh laleutik. Gera urang sebutan hiji-hiji, aya kabupaten Pinrang, kabupaten Sidrap (singkatan tina SidengdengRrappang), kabupaten Bone, kabupaten Maros, kabupaten Barru. Lamun teu salah mah aya sabelas kabupaten/kota madya.

Di Parepare teh kuring cicing di rumah dinas anu lumayan gede, leumpang ka kantor ngan saukur 7 menit meureun. Imah teh gede bari jeung eweuh eusian da meuli parabot ge ngan saperluna wungkul. Pangalaman keur di Sumbawa Besar waktu anyar pindah teh meulian parabot, ari pindah deui parabot teh teu bisa dibawa da ukuranana garede bari jeung loba, ongkosna leuwih gede tibatan harga barang. Dijual oge teu payu. Payu soteh saenggeus dijual murah-mareh.

Kuduna mah betah dibere imah dinas teh, gede tur buruanana lega pisan. Ngan nya eta atuh reungitna anu matak mawa aral teh. Teu beurang teu peuting, eta reungit teh napuk weh nu aya. Unggal liang ditutupan ku kawat kasa, unggal sore disabetan ku raket nyamuk, bada magrib disemprot. Tapi angger weh eta sakadang reungit teh teu beak-beak. Eta mah teu sirikna unggal poe kuring, budak jeung indungna nyabet-nyabetkeun reket kana reungit, pepeletekan nepi ka bau hangru, bau getih reungit anu kabeuleum.

Paling sangsara mah lamun istirahat, kuring sok balik ngadon dahar heula. Tengah poe mah imah teh kosong da budak can balik tisakolana atuh indungna masih keneh ngajar. Da eta mah unggal muka panto imah rek asup kuring teh jiga dipapagkeun ku reungit. Eta reungit teh geus teu sieun-sieun deui langsung bae aleuntreup kana awak. Komo lamun geus muka baju, tinggal singlet. Sakali waktu kuring ngajaran make kipas. Nya kitu bae dikipasan ti hareup reungitna nyaroco kana tonggong. Kadang –kadang mah sok aral, maenya kudu di beuleum mah imah teh.

Imah kuring teh ayana tonggoheun kantor, nanjakna lumayan ti kantor mah. Tukangeun imah teh mangrupa parapatan. tempat mangkal tukang beca. Beca di Parepare mah beda jeung di urang, laleutik. Lebarna kira-kira tilu parapat beca di Bandung, atuh ari sabeca jeung indung budak teh kuring sok maju ka hareup, nemer pisan bujur teh. Lamun keur bobogohan mah ngeunaheun jigana beca teh. Lamun keur indit keun mah ngeunah tumpak beca teh da tinggal turun ngageuleuyeung. Tah ari balikeun rek ka imah nanjak pisan, kuring anu jadi korban. Kuring teh kudu turun heula ngilu ngadorong eta beca. Indung budak di hareup tukang beca diluhur ngaboseh, ari kuring leumpang ngadorong eta beca. Anu mawa nyeri hate teh, geus ngadorong kudu mayar. . .

Unggal libur panjang sakola, kuring sakeluarga sok balik ka Bandung. Sakali mangsa mah balik teh hayang ngajaran make kapal laut tepi ka Surabaya. Kabeneran aya kapal laut gede ngarana KM Tidar anu rek ka Subabaya. Naek kapal teh ngahaja make kelas, supaya bisa di kamar. Gening kitu nya eusi kapal laut harita mah asa di pasar, jauh kana rasa nyaman teh.

Kapal laut anu harita ditaekkan teh eusina bisa tepi ka dua rebu panumpang. Sugan teh ari naek kapal gede mah moal oyag sanajan ombakna gede oge. Awal-awal mah ngareunah weh tumpak kapal teh, kira-kira geus liwat tilu jam kakara karasa kapal oyag ka kenca jeung ka katuhu. Lamun ditingali tina jero kapal mah teu pira oyagna teh ngan saeutik, tapi ngajedudna kana angen karasa pisan. Salila di luhureun ombak sekitar opat jam isi beuteung teh beak kaluar deui. Kitu deui jeung eusi beuteung pamajikan. Ari budak mah biasa weh teu nanaon.

Tengah poe tepi ka palabuhan Tanjung Perak, waktu naek mah kana kapal di palabuhan Parepare rarasaan teh teu hese teuing, tapi waktu turun di Tanjung Perak, butuh perjuangan berat supaya bisa nepi kahandap teh. Bari ngagigiwing tas gede tur beurat teh leungeun anu hiji kudu nyekelan budak, anu hiji deui nyekelan pager kapal, ari panon kudu tetep nalingakeun indung budak da bisi kasered ngajauhan. Silih sered teh waktu ngadeukeutan tangga turun, dina tanggana mah lain silih sered deui tapi silih pencet. Watir ka budak harita mah, kapencet ti ditu ti dieu.

Di pelabuhan aya nu ngajemput di bawa ka imahna, sakalian nyimpang ngadon istirahat, sorena terus ka setasion PasarTuri, naek kareta api Mutiara Selatan. Saenggeus ampir sapeuting henteu sare alatan di oyag-oyag ku ombak, dina Mutiara Selatan sajajalan teh kuring sare. Ari panyarandean kareta eta mah rata, teu bisa di setel miring, atuh kuring hudang teh beuheung nyeri asa rek pites teu balik deui, maklum sarena ngulahek ka gigir.

Cag heula ah engke lamun pareng urang tuluykeun waktu ngumbara ka Manado.

Ini tulisan dikonsep oleh si bapa Yaya, diketik oleh Indri

Rabu, 23 April 2008

Remis

Dina hiji poe sasih April di cipanas Cianjur: sabari ngantosan pesanan makanan selesai di masak, keliling-keliling sekitar rumah makan "bumi aki"... aya pancuran tina awi... caina meuni herang pisan sareng tiis, di tampung dina balong alit, anu menarik sanes pancuranna atanapi balogna tapi aya anu lebih menarik nyaeta dijero balong eta aya sababaraha kerang air tawar yang hidup, jiganamah iyeu teh Remis meuni taos lami pisan teu ningali Remis... aya meuren puluhan taun, mengingatkan jaman budak sok ngala remis di selokan dekat rumah nini Kancana di Ciamis. Ari ayena aya keneh teu nya eta remis di ciamis, kedah ka Ciamis jiganamah supados ningali langsung.

Senin, 07 April 2008

Paribahasa Sunda

Iyeu aya ebook Paribahasa Sunda kintunan Kang Yaya nuhun Kang Yaya, file na kedah di download heula teras di install di komputer, janten teu kedah online. Tah mangga ka Anung oge sodara-sodara arkan install sugan tiasa emut deui kana paribahasa sunda teh... da jiganamah keur budak kantos ngadangu eta paribahasa, komo lamun sok ngadangukeun dongeng sunda di Radio anu penyiarna Mang Jaya radio kuningan atanapi Uwa Kepoh di Bandung mah. Iyeu ebook teh gratis nya kang Yaya...

tiasa di download didieu : http://www.box.net/shared/e61l7bhss4